
Meant to be written now
Karena waktu itu pernah bilang ke Riskhi akan post kalau kotak bekal ini perdana naik pangkat dari kulkas institute (alias dengan percaya diri dipakai sesuai fungsi aslinya). So here we are!
Seperti episode nyari keset, nyari tempat bekel jadi ‘main job’ serius selama beberapa minggu. Lokapasar udah discroll sampai mentok, keluar masuk toko offline, nontonin review kotak bekal, sampai konsultasi sama ibu. Mau beli kotak bekal satu lagaknya kayak mau bikin masterplan menguasai dunia 🤣
Di tengah perburuan kotak bekal itu, kebetulan ikut diskusi buku dan diintroduce sama Mas Faisal tentang FOBO - Fear of Better Options, dimana istilah ini merujuk ke kecenderungan untuk keep options open dan tidak mengambil decision karena ada ketakutan hal yang lebih sesuai dengan kriteria akan muncul nanti (in short, holding to the idea of possibilities).
Pas pertama denger itu, aku spontan (uhuy!) bilang ‘Waaaah’ kenceng banget wkwk. I mean, it make sense in all the lunchbox searching fiasco, aku tidak kunjung memutuskan mau beli yang mana karena ada kekhawatiran nantinya ada model yang lebih kusukai.
Setelah itu, daripada terus berlarut di FOBO, akhirnya kujatuhkan pilihan ke kotak bekal ini. Memang dasarnya tumbuh besar bersama Lock n Lock, selucu apapun segala opsi di lokapasar, tetep aja milihnya model basic wkwk (tapi aku tempel stiker lucu dan nista kok di tutupnya biar lebih personalized #tetep).
Point dari tulisan pendek ini (selain mau pamer kotak makan baru tentunya), everything in our daily life needs decision. Some decision can be hard to make, so there is a tendency to postpone it and keep our options open. In some moments, waiting gives us another options. But in another moments, waiting cost us missed opportunity.
Untukku, perjalanan FOBO dalam membeli kotak bekal membuatku belajar untuk lebih berani dan bertanggung jawab dalam membuat keputusan.
Nice to remember juga ketika sebuah hal baru diketahui setelah keputusan diambil, aku suka untuk percaya kalau aku sudah mencoba mengambil keputusan terbaik berdasar hal yang kutahu sebelumnya.
Dan terkadang, keberanian untuk mencoba itu cukup buatku 🍃